Home » Decision Maker, Featured, My Note

Warnet Linux di Cilacap

Written By: administrator on April 30, 2009 3 Comments

Boleh percaya boleh tidak, bagi para penggiat opensource tentunya warnet linux adalah ujung tombak dari sosialisasi linux di daerah tersebut, tapi di tempat saya justru warnet linux sangatlah jarang, hingga tahun 2009 ini praktis hanya ada 2 warnet Linux di daerah kota Cilacap. Anehnya jarak keduanya sangat dekat cuman 100 meteran

Kurang tahu apakah ini kesalahan telkom yang terlalu murah, atau marketing dari CV ADIJAYA (kedua-duanya mengambil barang dari situ…) yang jelas jangan sekali-kali salahkan pemasangnya, karena pemasangnya saya

Satu hal yang pasti dari kedua warnet tersebut adalah susahnya memasangkan OS bernama Linux di dalamnya, karena entah salah siapa lagi (saya juga ndak tahu wong saya cuman masang ajah.. ) kedua warnet tersebut mendapatkan…. hadware yang kurang linux friendly, berikutnya saya akan menceritakan suka duka saya memasangkan OS bernama Linux di kedua warnet tersebut,  pembahasan secara teknis akan menyusul..

Warnet AJ-Net

openSUSE 11.0 dekstop pertama di AJ-Net

Ini adalah warnet yang pertama kali saya buat di daerah Kota Cilacap, boleh percaya atau tidak warnet ini memiliki hardware tercanggih untuk warnet Linux se karesidenan Banyumas, dengan spesifikasi Celeron 2Ghz pada tiap klien dan RAM 512 Mbyte, sangatlah cukup untuk menjalankan Desktop KDE 4 sekalipun, untuk billing bahkan menggunakan Core2Duo dengan RAM 1 Gbyte sedangkan router memanfaatkan Celeron 2Ghz RAM 512 Mbyte semuanya menggunakan LCD 15 inchi.
Sayangnya semuanya memakai VIA sebagai chipset MB-nya ini salah satu troublemaker selain terlalu tingginya spek router :D . Saya memang bertekad untuk mencoba mengimplementasikan openSUSE sebagai client Warnet karena selama ini saya selalu menggunakan Zencafe (alasan keterbatasan hardware…) Masalah pertama datang dari chip soundcard yang kadang bersuara kadang tidak, kemudian dari VGA yang akselerasi 3D nya tidak berjalan, masalah berikutnya adalah dari cclfox yang kadang membuat proses shutdown terhenti di tengah jalan. Oya saat itu saya menggunakan openSUSE 11.0 dengan KDE 3.5
Di sisi Router hampir semua koleksi CD Router saya berhenti di pendeteksian HD dan mengatakan bahwa HD tidak ada, padahal jelas-jelas saya menyambungkannya dengan kabel SATA, mulai dari IPCop, smoothwall (koleksi router saya cuman 2 ) akhirnya saya coba download ClarkConnect Community Edition and It’s Works, saat ini beberapa servis yang saya aktifkan di router adalah IDS, dan Proxy.
Pada tahap ini Webcam PC5010 berfungsi dengan sangat baik. namun karena masalah sound dan akselerasi grafis yang lambat dan cclfox yang bermasalah, plus kerumitan desktop KDE 3.5 membuat owner memutuskan untuk upgrade warnet.

Upgrade Pertama

Pada Upgrade ke-dua ini saya fokus pada masalah soundcard dan billing, untuk itu saya memilih openSUSE 11.1 dan akhirnya via azalia itu mulai sedikit bisa di jinakkan, untuk dekstop saya coba KDE 4.1  karena masalah simplisitas bila dibanding KDE 3.5 (hardcore banget…) selain itu KDE 4.1 terlihat lebih lembut.  Billing sudah mencoba dari gbilling, BIOS, hingga cclfox lagi.  Gbilling tersandung masalah waktu antara client dan server yang tidak pernah sinkron (waktu itu ndak terpikir NTP server…) untuk BIOS tersandung masalah client yang harus memakai firefox yang akhirnya memaksa saya kembali memakai cclfox, yang anehnya masalah shutdown yang berhenti di tengah jalan tidak muncul lagi.
Selain itu di openSUSE 11.1 ini 3D akselerasi sudah aktif walaupun fitur compiz ataupun kwin tidak ada yang berjalan, lumayanlah minimal user merasa kalo PC nya jauh lebih cepat.  Namun sialnya justru webcamnya jadi tidak berfungsi sama sekali.

Upgrade Kedua

Pada tahap ini konsentrasi pada bagaimana caranya webcam dapat berfungsi kembali, dengan cara mencoba mengupgrade kopete ke versi yang lebih tinggi yang berakibat ikut terupgradenya KDE menjadi KDE 4.2.1 sialnya proses ini gagal.  Walaupun pada konfigurasi kopete webcam dapat di deteksi dan berjalan dengan baik namun tetap saja tidak dapat melakukan broadcast dan hingga saat ini belum ada solusi untuk itu

Upgrade Ketiga

Mengubah billing menjadi BIOS billing setelah mendengar kalo bos vavai berhasil mengimplementasikan BIOS billing di warnetnya.  Akhirnya saya mencoba kombinasi antara BIOS dengan opera di sisi clientnya, setelah bersusah payah terutama saat mengusahakan locking desktop akhirnya BIOS billing sukses terpasang dengan damainya, namun bukannya tanpa masalah, masalah terbesar yang dikeluhkan operator adalah susahnya proses login karena kadang di tolak oleh BIOS billing, selidik punya selidik ini ternyata masalah pada sisi web browser operanya, yang akhirnya pada upgrade terakhir malam ini semua client di ganti dengan memanfaatkan aplikasi gambas.

Hingga saat ini kombinasi ini masih dipertahankan di AJ-Net, untuk berikutnya mungkin konsentrasi tetap di masalah webcam, bagi yang punya saran silahkan dan untuk kelanjutan kisahnya ikuti di tulisan berseri ini

Related posts:

  1. Liputan Seminar Linux for Education 2009 di UNSOED 30 Juli 2009 Alhamdulillah, pada tanggal 30 juli kemarin acara seminar Linux for...
  2. Linux Game Online Percayakah kalian kalau saat ini yang masih tetap membuat Windows...
  3. Distro Warnet Desktop XFCE, kecil dan ringan sangat cocok untuk warnet...
  4. Standarisasi Warnet Dengan semakin murahnya tarif sambungan ke speedy membuat banyak orang...
  5. Konfigurasi cclFOX di openSUSE Post kali ini akan membahas konfigurasi cclFOX setelah anda berhasil...

Tags: , , , , , ,

Digg this!Add to del.icio.us!Stumble this!Add to Techorati!Share on Facebook!Seed Newsvine!Reddit!

3 Responses to “Warnet Linux di Cilacap”

  1. nano says on: 8 October 2009 at 18:55

    Wah aku gak bisa bayangkan.. spec segedhe itu kalo dipasang Linux Zencafe bikinan Om A.Hardiena pasti wuz… wuzzz. Coba jalan-jalan n mungkin perlu pertimbangkan penggunaan Linux yang drilis orang Indonesia sendiri yaitu Zencafe 2.0 lengkap dengan billing, aplikasi webxam n semua kebutuhan linux… Saya jg menggunakan Linux untuk Warnet saya hanya dengan PIII 800 lari kencang seperti Coreduo he..he.. Salam kenal dari Pecinta Linux dari Purworejo. Pake Opera 9 jg udah mantap..

    • budhy says on: 19 April 2011 at 16:37

      mas nano,saya dari wonogiri,pengen bikin wrnet linux based, biar anti sweeping software ama virus,bisakah kasih informasi serba serbi warnet linux,terima kasih sebelumnya

  2. Fauzi says on: 3 July 2011 at 11:43

    Alhamdulillah saya bisa ikut menambahkan jumlah warnet Linux di Cilacap
    http://fauzinge.com/internet/warnet-linux-ubuntu-di-kedungreja/
    Semoga bisa semakin memasyarakatkan penggunaan Linux.

Leave a Reply:

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
Copyright © 2009 Konsultasi Bisnis dan Teknologi, All rights reserved.