Standarisasi Warnet

This item was filled under [ My Note ]
This entry is part 4 of 5 in the series usaha warnet

Dengan semakin murahnya tarif sambungan ke speedy membuat banyak orang berlomba-lomba untuk mendirikan warnet, apalagi usaha warnet tidak memiliki resiko penyimpanan, seperti gudang, masalah ketahanan barang, jangka waktu harus di jual dan lain sebagainya.

Kesalahan WARNET

standarisasi-warnetBanyaknya warnet dari segi usaha membawa permasalahan tersendiri, seperti persaingan harga dan layanan yang condong menjadi persaingan yang tidak sehat.  Berdirinya Game Center yang menjadi satu atap dengan Warnet di tengarai menjadi akibat dari timbulnya persaingan yang tidak sehat, bahkan ada beberapa warnet yang memberikan fasilitas yang menjurus kepada pelanggaran pidana, seperti

  • Membuat kabin yang sangat tinggi dan tertutup yang berdalih pada privasi padahal sangat mungkin di salahgunakan untuk tempat mesum sebagai contoh anda bisa lihat pada beberapa warnet di Cilacap seperti S** Me*****t dan Warnet Baru di Depan RSUD Cilacap.
  • Menyediakan berbagai content porno atau content ber-hak cipta untuk para pelanggan/membernya
  • Menyediakan link-link ke berbagai permainan perjudian online

Berkreasi memang tidak salah, namun jika berkreasi terlalu jauh malah bisa berakibat fatal bagi usaha.  Satu hal yang selalu di lupakan oleh para operator warnet ataupun owner warnet, bahwasanya Warnet adalah bisnis “LAYANAN” namun silahkan anda survey sendiri dengan masuk ke berbagai warnet yang ada, berapa warnet yang operatornya benar-benar melayani anda bukannya sibuk chating dan main game atau sibuk mengawasi download-nya sendiri, berapa operator yang dengan tanggap langsung mendatangi tempat anda bila anda menanyakan sesuatu, dan berapa operator yang tidak bermuka masam saat anda datang ke mejanya dan menginterupsi dia saat sibuk main game online.

Dari user sendiri dengan banyaknya warnet yang berdiri memang membuat mereka semakin mudah menemukan warnet dan memberikan pilihan, namun terlalu banyak pilihan juga tidak baik karena justru dapat membingungkan user itu sendiri.  sebagai contoh, di warnet A menggunakan download manager A sedangkan di warnet B menggunakan download manager B, hal ini akan membuat user belajar dua kali, atau bahkan karena malas belajar membuat user menjadi antipati kepada warnet yang download managernya tidak dia kuasai.

Akibat dari Persaingan yang tidak sehat

Baiklah sekarang kita coba telaah bersama akibat dari adanya persaingan yang tidak sehat pada usaha warnet ini, satu hal yang pasti adalah persaingan harga, itu pasti.  Bayangkan ada warnet yang menjual perjam-nya hanya 1500, terlepas dari berapapun tingkat okupansi warnet tersebut, dengan harga semurah itu akan membuat warnet sekitarnya menjadi bangkrut karena tidak mampu menutupi biaya operasional

Masalah berikutnya adalah layanan plus-plus di warnet tersebut, game online adalah salah satunya, bisa saja suatu saat warnet merangkap jadi kamar pijit karena owner warnet merasa bingung mau menambah fasilitas apa lagi :D   sekarang sudah banyak terjadi adegan-adegan mesum di warnet yang berbilik tinggi dan rapat, Mau jadi apa warnet kalo sudah berubah fungsi menjadi kamar hotel dadakan bertarif murah.

Semakin tingginya tingkat pembajakan di Indonesia sebetulnya adalah sumbangan dari warnet, dengan semakin banyak warnet yang menggunakan windows, akan membentuk mindset bahwa internet itu “windows”, apalagi memang watak orang Indonesia yang suka “LATAH” dalam segala hal.  Karena terbiasa memakai windows, apabila user ini kemudian memiliki komputer maka akan meminta windows sebagai OS di komputernya, apalagi jika user ini sudah keracunan virus “game online” maka penyakit windows nya akan semakin parah.  Jujur saja, saya sangat tidak setuju jika ada sebuah warnet yang merangkap fungsi menjadi game center, kenapa? karena tujuan ber-internet dan ber-game sangatlah berbeda, dan suatu hal yang berbeda seharusnya tidak dijadikan satu karena dapat mengaburkan tujuan masing-masing.

Kekacauan di bisnis warnet sudah selayaknya di hentikan, dengan adanya dua organisasi yang menaungi warnet yaitu AWARI dan AWALI seharusnya mulai ditegaskan aturan main yang betul-betul mengikat bagi para pebisnis warnet dan operatornya, sehingga warnet yang semula di tujukan sebagai media pembelajaran dan transfer informasi dan teknologi dapat kembali mengemban tugasnya, bukan malah menjadikan warnet sebagai tempat bertransaksi mesum atau transaksi character game online.

Badan Otoritas Perijinan Warnet

Perlu adanya semacam badan yang khusus menangani masalah perijinan warnet yang dapat dengan tegas melakukan penindakan terhadap berbagai pelanggaran aturan warnet.  Tidak masalah apakah AWARI atau AWALI atau kedua-duanya yang menangani masalah ini,  menilik dari kekhasan masing masing OS memang sebaiknya di pisah, bisa saja Badan Otoritas untuk warnet Windows di tangani oleh AWARI sedangkan untuk warnet Linux dan OpenSource di tangani oleh AWALI.  Satu hal yang pasti Badan Otoritas ini harus betul-betul hanya memberikan ijin beroperasinya warnet setelah warnet tersebut secara hukum tidak melanggar pasal apapun dalam Undang-Undang ataupun Peraturan Hukum lainnya.

Tugas berikutnya adalah membuat suatu aturan tegas dan mengikat terhadap kode etik warnet, operator, owner, dan sistem yang dipakai di warnet tersebut.

Similar Posts:

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Live
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • email
  • Slashdot
  • blogmarks
  • Blogosphere News
  • Faves
  • Identi.ca
  • Mixx
  • MyShare
  • MySpace
  • Netvibes
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • Upnews
Rate this topic:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Popularity: 1,970 kali
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Comment on “Standarisasi Warnet”

Leave a Comment

CommentLuv Enabled