Benar dan Salah dalam Lembaga Pemasyarakatan
Semenjak bertugas di bagian Adm. Kamtib semakin banyak saya menyaksikan pola pikir yang aneh-aneh dan terkadang menggelikan, dahulu saya tidak pernah terlalu menanggapi hal ini karena sebagai Komandan Regu saya tidak memiliki kewenangan untuk membuat suatu kebijakan, saya hanya bertugas menterjemahkan Prosedur Tetap dan kebijakan atasan dalam pelaksanaan pengamanan, selain itu karena mengikuti jadwal shift membuat saya kadang tidak pernah bertemu dengan orang tertentu karena perbedaan shift.
Di dalam Adm. Kamtib kami sebetulnya memiliki tugas yang simpel dan mudah yaitu tugas “paper work”
tapi terkadang berfungsi juga sebagai pengontrol.
Terkadang hal inilah yang membuat saya seolah-olah di benturkan dengan temen sendiri, karena terkadang dalam pelaksanaan tugas banyak teman-teman yang sering berbuat hal-hal yang menyimpang dari Prosedur Tetap Lembaga Pemasyarakatan. Bukan berita bohong apabila yang namanya LAPAS adalah tempat paling enak untuk mencari uang, bayangkan saja anda berhadapan dengan orang-orang bermasalah yang memiliki banyak sumber daya uang dan mereka membutuhkan sesuatu yang kita miliki, yaitu “Kebebasan” dan kita membutuhkan sesuatu yang mereka miliki yaitu “uang”, sehingga banyak diantara teman yang “memiliki kekuasaan” bahkan sekecil apapun yang tergiur dengan bujukan mereka.
OK cukup dengan ngobrol ngalor-ngidulnya sekarang saya mau menceritakan hal lucu yang terjadi pada saya tadi siang, Seperti biasa saya masuk jam 08.00 karena terlambat Kapal Pengayoman II, begitu masuk saya langsung membuat jadwal piket untuk Perwira, Petugas Piket dan Regu Jaga untuk bulan Juni, .. selesai itu saya menengok salah satu WBP yang menjadi korban balas dendam Ka.KPLP, aneh ya
ceritanya besok aja ….
Lanjut,…. Selesai ngobrol sebentar saya main-main ke salah satu ruangan Bengkel Kerja di sana bertemu dan ngobrol sedikit dengan junior saya sebutlah “panjul” di akhir pembicaraan dia nyeletuk
panjul “Mas itu ada anak buahnya yang jualan di dalam tuh.”
saya “Hah,…. sapa?.”
panjul “itu, si kemplu…”
saya “ooo, dia,…. iya kita juga tahu koq, dan memang kita perbolehkan karena dia mengambil barang di koperasi kita dan uangnya pun melalui koperasi dan letter D.”
panjul “lah, katanya ndak boleh jualan.”
saya “yang tidak diperbolehkan itu berjualan liar, artinya dia ambil barang dari luar, kemudian berjualan di dalam, itu yang ndak boleh.”
saya “kebijakan itu kita ambil karena koperasi kita kan belum punya pegawai tetap yang standby, makanya WBP kita perbolehkan untuk menjual barang koperasi, agar saat koperasi tutup, WBP tetap dapat memenuhi kebutuhannya.”
panjul “lah, kan sama-sama jualan mas?, kalo gitu mending di bebaskan saja.”
Sampai di sini saya cuman bisa gedheg-gedheg saja,.. luar biasa ini orang. Kerja di Lapas bukannya mencoba membuat keadaan yang kondusif malah maunya bebas-bebasan, saya sendiri sih paham benar kenapa si panjul ini pengennya bebas, terutama dengan track record dia waktu di perbantukan di Lapas terdahulu
but hey…. semakin tua bukannya berubah kenapa semakin error?…
Dari pola pikir seperti ini saja, kita bisa menyimpulkan siapa sebetulnya si panjul itu;
- Dia belum paham betul tugas dan fungsi utama-nya dia sebagai petugas pemasyarakatan; seorang petugas pemasyarakatan di tuntut untuk dapat memberikan bimbingan dan arahan sehingga WBP yang di hadapi dapat membedakan mana baik, mana jelek, mana benar mana salah, sedangkan dia sendiri tidak bisa membedakan alasan dari suatu tujuan. Tujuannya sama-sama berjualan tapi dengan cara yang berbeda dan alasan yang berbeda akan memberikan efek yang berbeda hal ini saja dia tidak paham, mana mungkin dia mampu memberikan pengarahan bagi WBP yang di binanya?
- Setiap permasalahan dia selesaikan tanpa mendalami akar permasalahannya, dan cenderung seenaknya apabila di berikan kewenangan. Sebagai contoh model pemecahannya dia yang minta untuk dibebaskan saja berjualan di dalam LAPAS adalah salah satu keputusan yang tidak bertanggung-jawab, bila suatu saat dia dalam posisi mengambil kebijakan maka apa yang dia minta sekarang pasti akan dilakukan besok
- Setiap permasalahan dia pikir bisa di selesaikan dengan uang. Saya paham betul kenapa dia minta di bebaskan berjualan karena dia hanya berpikir bahwa apabila di bebaskan maka dia dapat ikut berjualan, dengan cara seperti itu maka keuntungannya juga 100% milik dia bukan milik koperasi
Saya bukannya menganggap diri saya benar dengan mengkritik si panjul ini, saya sendiri sadar bahwa keputusan kita untuk membolehkan WBP “kulakan” dari koperasi untuk di jual didalam-pun sebetulnya salah, namun itu terpaksa kita tempuh karena banyak keterbatasan yang kita hadapi terutama dari masalah kekurangan tenaga, minimal dengan di wajibkan-nya WBP mengambil barang hanya di koperasi ada beberapa hal yang masih bisa kita kontrol, yaitu;
- Jumlah, macam, dan kondisi barang dapat lebih terkontrol
- Uang diwajibkan melalui letter D dan koperasi sehingga peredaran uang di dalam dapat kita kontrol
- Pada waktu hari libur saat koperasi tutup, WBP tetap dapat berbelanja
- Dengan membeli di koperasi maka keuntungan akan dapat di nikmati oleh seluruh pegawai, tidak hanya oleh segelintir pegawai saja
Nah kalo sudah seperti si “panjul” ini pola pikir pegawai Lapas, mau dibawa kemana Lapas di Indonesia?, siapa yang harus disalahkan?
=-=-=-=-=
Powered by Bilbo Blogger
Related posts:
- RAT Koperasi yang super aneh Hari ini 24 Februari 2010, bener-bener melelahkan, setelah selesai dinas...
- Kepatuhan akan Prosedur Standar Sebagai Asas Utama Pengungkapan Cybercrime Dalam beberapa tulisan saya terdahulu sudah pernah saya ungkapkan berbagai...
Tags: keputusan, metode keputusan, pegawai lapas, penyelewengan, penyimpangan, pola pikir, sipir penjara











dibawa ke psikolog kalee ya
ditembak mati aja mas
sukur sukur gak bangun lagi dari kuburan
mas tp knp y kyknya lapas aman2 aja,,, maennya bersih kali y ^^,,, padahal hampir semua lapas loh,, eh kaga jg ding,, tp di daerah saya demikian jg,,,,
mas dari lapas mana?
aq butuh protap pemasyarakatan mas bt panduan dlm bekerja
soalx aq pegawai baru n masih cpns
uda cape nyari2 tp gag dpt2
bisa di emailkan ke aq gag mas
akan ada protap yang baru jadi tunggu saja